STAI Tuanku Tambusai Gelar Kuliah Umum 2026, Bangun Generasi Intelektual Muslim Unggul dan Berdaya Saing di Era Digital

STAI Tuanku Tambusai — Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Tuanku Tambusai menyelenggarakan Kuliah Umum Tahun 2026 dengan tema “Membangun Generasi Intelektual Muslim yang Unggul, Berakhlak, dan Berdaya Saing di Era Digital”, pada Sabtu, 26 September 2026, bertempat di Aula STAI Tuanku Tambusai.

Kegiatan ini menghadirkan Dr. H. Syahrudin, M.Sy., Kepala Bidang Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau, sebagai pemateri. Kuliah umum tersebut menjadi bagian dari upaya perguruan tinggi dalam memperluas wawasan mahasiswa, memperkuat nilai-nilai keislaman, serta mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan perkembangan teknologi dan transformasi digital.

Dalam sambutannya, Pembina Yayasan Pendidikan Muhammad Abduh, Dr. Hidayati, S.Kom., M.Pd.I., menegaskan pentingnya komitmen bersama dalam membangun pendidikan tinggi Islam yang berkualitas. Menurutnya, perguruan tinggi tidak hanya bertanggung jawab melahirkan lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga membentuk pribadi yang berakhlak mulia, berintegritas, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, agama, dan bangsa.

Ia berharap kegiatan kuliah umum ini dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa untuk terus meningkatkan semangat belajar, memperluas wawasan, serta mengembangkan potensi diri. Ia juga menekankan bahwa keberhasilan pendidikan harus tercermin dalam pembentukan karakter, tanggung jawab, dan penerapan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari.

Sementara itu, Ketua STAI Tuanku Tambusai, Kaliandra Saputra Pulungan, M.H., menyampaikan bahwa kuliah umum merupakan salah satu sarana strategis untuk memperkuat budaya akademik dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di lingkungan perguruan tinggi.

Menurutnya, mahasiswa perlu membekali diri dengan kompetensi yang relevan dengan perkembangan zaman, termasuk kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan inovatif. Penguasaan teknologi digital juga harus diimbangi dengan integritas, etika, serta komitmen terhadap nilai-nilai agama dan budaya.

Ia mengajak mahasiswa untuk memanfaatkan teknologi secara bijak dan produktif, baik dalam mendukung proses pembelajaran, mengembangkan ilmu pengetahuan, maupun memperluas kontribusi positif di tengah masyarakat. Dengan demikian, mahasiswa diharapkan tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menghasilkan gagasan dan karya yang bermanfaat serta memiliki daya saing di tingkat nasional maupun global.

Dalam pemaparan materinya, Dr. H. Syahrudin, M.Sy., menekankan bahwa generasi intelektual Muslim harus memiliki keseimbangan antara kecerdasan intelektual, kematangan spiritual, dan kecerdasan emosional. Keunggulan akademik perlu disertai akhlakul karimah, integritas, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

Ia juga menjelaskan bahwa era digital menghadirkan peluang sekaligus tantangan bagi generasi muda Islam. Oleh karena itu, mahasiswa perlu terus meningkatkan kompetensi, kreativitas, literasi digital, dan kemampuan berpikir kritis agar mampu memanfaatkan perkembangan teknologi secara positif dan bertanggung jawab.

Lebih lanjut, teknologi digital dapat dimanfaatkan sebagai sarana untuk memperluas akses terhadap ilmu pengetahuan, mengembangkan dakwah Islam, serta menghadirkan inovasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Mahasiswa sebagai calon intelektual Muslim diharapkan mampu menjadikan kemajuan teknologi sebagai peluang untuk berkarya, berinovasi, dan berkontribusi dalam pembangunan bangsa tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman.

Melalui penyelenggaraan kuliah umum ini, STAI Tuanku Tambusai menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan kegiatan akademik yang edukatif dan inspiratif. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat budaya akademik sekaligus mendorong terbentuknya mahasiswa yang berwawasan luas, berakhlak mulia, berintegritas, dan adaptif terhadap perubahan zaman.

Kuliah Umum Tahun 2026 ini diharapkan menjadi momentum bagi mahasiswa STAI Tuanku Tambusai untuk terus belajar, berkarya, dan mengembangkan potensi diri. Dengan bekal ilmu pengetahuan, keimanan, akhlak, serta penguasaan teknologi, mahasiswa diharapkan mampu tumbuh menjadi generasi intelektual Muslim yang unggul dan siap menghadapi persaingan di tingkat nasional maupun global.